Bagaimana Prioritas terkait Pembangunan / Pemeliharaan Aset Tetap ? Bagaimana strategi Pemda dalam menjaga nilai aset tetap ? Adakah program efisiensi pengelolaan aset tetap di Pemprov Jateng ?
Pertanyaan itu mengemuka saat menerima kunjungan dari SMKN 9 Semarang ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Tengah, Senin (13/5/2024). Penuh antusias, sebanyak 80 siswa dan guru belajar terkait cara mengelola aktiva tetap milik Pemprov Jateng.
Analis Keuangan Pusat dan Daerah BPKAD Provinsi Jawa Tengah, Kasidi menyampaikan, aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
"Jadi aktiva tetap itu umurnya lebih dari satu tahun, kalau di Pemprov Jateng kita ada aturan baru lagi ada Pergub Nomor 120 yaitu tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah yang juga mengatur umur ekonomis aset," paparnya.
Kasidi menjelaskan terdapat beberapa aktiva atau aset tetap Pemprov Jateng seperti tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan irigasi dan jaringan, aset tetap lainnya dan konstruksi dalam pengerjaan.
Ia menyampaikan, aset yang digunakan Pemprov Jateng harus dijaga dengan baik. Terdapat beberapa cara yaitu dengan melakukan pencatatan dan diberi label bahwa aset itu diakui keberadaanya. Ditambahkan, aset yang ada juga harus dipelihara sesuai prioritas secara rutin agar dapat mempertahankan nilai dari aset tersebut.
"Harus kita tentukan dulu kita pastikan dulu kondisi asetnya tersebut benar-benar membutuhkan pemeliharaan atau tidak. Itulah pentingnya koordinasi di perusahaan tersebut," jelas Kasidi.
Pengelola Akuntansi BPKAD Provinsi Jawa Tengah, Salma Adenia Putri menyampaikan laporan aset Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tertuang dalam neraca Pemprov Jateng. Ia mengingatkan agar dalam pencatatan aset tidak melakukan kesalahan karena dapat menyebabkan salah saji pada laporan keuangan yang dapat berdampak pada temuan BPK maupun berdampak pada perencanaan ke depannya.
"Kalau ada salah catat dampaknya di salah saji di laporan keuangan berati nilai manfaat asetnya tidak sesuai dengan aset tetapnya," jelasnya.
Guru SMKN 9 Semarang, Siti Aminah menyampaikan terimakasih kepada BPKAD Provinsi Jawa Tengah karena telah memberikan kesempatan untuk siswa-siswi untuk melaksanakan outing class di BPKAD Jateng.
"Semoga kami memperoleh banyak pengetahuan, informasi dan ilmu yang terkait sehingga nanti dapat digunakan anak-anak untuk pembelajaran uji project best learning," tandasnya.